PANTAI KEREEEN

GOKIIIIL keren bangetzzz kan.

INDONESIA CUY

NEGRI MILIK SENDIRI

PEMANDANGAN KLASIK

AIR TERJUN KEREN

INDONESIA ITU KAYA

PANORAMA YANG MENYEJUKKAN

BOROBUDHUR

CANDI TERBESAR DI DUNIA

LOMBOK

PULAU LOMBOK TERCINTA

PURA BALI

INDONESIA CUY

BROMO

BROMO

Senin, 18 November 2013

pantai padang

Pantai Padang. Tentunya kita tahu kekayaan alam yang ada di Indonesia sangat melimpah dan didalamnya termasuk banyaknya pantai yang sangat indah mempesona. Salah satu pantai yang menarik hati adalah Pantai Padang yang tidak jarang dijadikan sebagai objek tempat untuk berwisata bagi para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan yang berasal dari luar Indonesia. Mereka biasanya datang untuk berlibur serta menikmati keindahan alam. Namun terkadang ada juga wisatawan yang melakukan liburan di pantai dengan tujuan untuk mempelajari kehidupan yang ada di bawah laut tersebut. Liburan yang paling menyenangkan sebenarnya adalah dengan pergi ke pantai maka dari itu kebanyakan orang lebih memilih untuk berlibur atau berekreasi dengan melakukan wisata alam di pantai.
Salah satu tempat berlibur yang bisa dijadikan liburan alternatif adalah dengan berlibur ke Pantai Padang. Pantai Padang merupakan salah satu tempat tujuan untuk berwisata jika kita akan melakukan kegiatan travelling ke Kota Padang. Pada dasarnya kota Padang menjadi sebuah kota yang sangat terkenal dengan keindahan wisata pantai yang ada di sana, dan jika diperhatikan diantara banyaknya pantai yang ada di kota  tersebut maka yang terlihat begitu ramai dikunjungi adalah di Pantai Padang ini. Dengan akses menuju ke pantai yang cukup dekat serta yang paling mudah tentu membuat orang lebih memilih lokasi objek wisata yang satu ini. Pantai padang ini memiliki pesona yang cukup menarik karena kita bisa menikmati keindahan pantai yang dipenuhi oleh banyak bebatuan pemecah ombak di sepanjang bibir pantai sehingga tentu akan sangat menyenangkan jika dinikamti apalagi jika kita datang berkunjung pada sore hari. Jika sore hari telah tiba tentu kaan lebih menyenangkan jika kita bisa menikmati sunset disana baik bersama dengan kekasih tercinta ataupun ramai – ramai bersama keluarga sambil kita menikmati jagung bakar serta minuman ringan pastinya akan menjadikan momen yang tidak membosankan untuk menikmati sepanjang sore yang begitu cerah di Pantai Padang.
Jika kita berada di Pantai Padang tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba menikmati berbagai menu hidangan seafood yang berada di lokasi pantai tersebut, karena memiliki cita rasa yang begitu tinggi sehingga membuat orang jatuh hati untuk menikmati pula hidangan berbagai ikan yang ada disana. Dan disini merupakan tempat yang sangat pas untuk yang gemar menikmati seafood. Akan sangat menyenangkan, sambil kita menyantap hidangan ikan bakar yang menggoda selera sambil menikmati pemandangan matahari yang akan terbenam serta deburan ombak – ombak yang ada di Pantai padang tersebut. Lokasi pantai yang satu ini sangat pas sekali dikunjungi bagi anda yang ingin melepaskan penat setelah disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang ada di kantor sehingga tentu anda akan sangat membutuhkan refreshing agar pada saat kembali bekerja anda dalam keadaan yang bersemangat kembali. Dan bagi para orang tua yang ingin mengajak liburan anak – anaknya maka bisa berkunjung ke pantai padang ini dimana disini juga terdapat beberapa wahana permainan. Keindahan Pantai Padang yang ada di Sumatera Barat ini tidak akan membuat orang bosan untuk terus datang berkunjung kesini karena memang tempatnya yang sangat indah sehingga membuat banyak orang ingin kembali berkunjung di tempat wisata yang satu ini dan menikmati berbagai kuliner khas yang bisa kita coba jika berada di pantai padang.

wisata bahari lamongan

Wisata Bahari Lamongan. Lamongan merupakan sebuah kota satelit di Jawa Timur, tidak jauh dari Surabaya, tepatnya di sebelah barat Surabaya. Lamongan memiliki wisata pantai yang sudah lama terkenal di masyarakat Jawa Timur, namanya Tanjung Kodok yang berada di kecamatan Paciran. Boleh dikatakan, Wisata Bahari Lamongan merupakan tempat wisata terpadu dengan laut sebagai menu utamanya. Tidak kalah dengan Taman Impian Jaya Ancol.
Dengan berkembangnya perekonomian dan geliat masyarakat Lamongan, pemerintah daerah Lamongan berupaya meningkatkan brand image kota Lamongan. Wisata pantai yang sudah terkenal itu dipadukan dengan beberapa tempat wisata di dekatnya dan ditambah wahana baru untuk menyemarakkan wisata di Lamongan.
Berbagai macam wahana yang ada diantaranya adalah wahana bermain anak, rekreasi di pantai dengan kano, speed boat, dan tempat renang yang menyenangkan di tepi laut. Dan jika masih merasa kurang rekreasi seharian di Wisata Bahari Lamongan, anda bisa menyewa hotel/penginapan dengan debur ombak sebagai senandung pengantar tidur.
Selain beberapa wahana rekreasi di atas, anda masih bisa memilih rekreasi lain di Wisata Bahari Lamongan, misalnya kebun binatang, pasar seni, restoran, kolam renang, flying fox untuk outbond, permainan air, dan lain sebagainya. Ada juga Gua yang menjadi ikon Lamongan selain Pantai Tanjung Kodok, namanya Gua Maharani.
Sebagai wisatawan, jangan meninggalkan tempat wisata sebelum mencicipiki makanan khasnya atau membeli sebarang oleh-oleh/souvenir untuk kenang-kenangan. Di pesisir pantai banyak ditemui penjual makanan khas Lamongan dan aneka makanan dari ikan laut. Kalu sempat menginap di hotel, pastikan anda memesan menu special udang bakar dan ikan goring segar.
Bagi penggemar kucing, anda bisa melihat berbagai koleksinya di museum kucing. Jangan lupa dicatat barangkali suatu saat bisa buat bahan ujian sekolah hehehe…. Bagi yang suka tantangan, anda bisa mencoba gokart, motor trail, rumah sakit hantu, memanah, dan menembak. Dan bagi pecandu hiburan dengan teknologi terkini, ada bioskop 3 dimensi.
Untuk mengunjungi kebun binatang, anda cukup naik menggunakan eskalator keluar Wahana Bahari Lamongan dan menyeberang melalui jembatan penyebarangan yang telah disediakan langsung menuju kebun binatang dan Goa Maharani.
Tak lupa, bagi ibu-ibu yang masih mempunyai bayi tak perlu khawatir untuk ngumpet menunaikan kewajiban menyusui si kecil. Telah disediakan tempat khusus menyusui.

Jumat, 15 November 2013

air terjun sendang gile


Air Terjun Sendang Gile Lombok Utara


Keindahan Alam Wisata Air Terjun Sendang Gile Lombok

 
air terjun sendang gile berjarak sekitar 60 km dari Kota Mataram atau sekitar 3 jam perjalanan, terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, wisata air terjun ini menjadi salah satu pilihan dari paket wisata yang ditawarkan oleh berberapa biro perjalanan wisata di Lombok. Dari gerbang area wisata air terjun, terdapat beberapa restoran, penginapan dan toko souvenir dan anda langsung bisa melihat dari kejauhan dan mendengar gemuruh suara Air Terjun Sendang Gile, air terjun pertama dari dua air terjun yang terdapat di area ini.
Asal mula nama air terjun Sendang Gile ini ditemukan secara tidak sengaja oleh penduduk lokal saat mengejar dan memburu singa gila yang mengacau desa dan lari masuk ke dalam hutan di kaki Gunung Rinjani. Penduduk kampung setempat menyebut singa gila dengan kata sengang gile, namun lambat laun pelafalan sengang menjadi sendang sehingga air terjun tersebut dinamakan Air Terjun Sendang Gile.

Air Terjun Sendang Gile Dipercaya Penduduk Setempat Memiliki Kekuatan Magis

air terjun sendang gile terletak di ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl) dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter.  Air terjun ini terdiri dari dua tingkatan, dimana tingkat pertama muncul dari atas tebing dan jatuh ke dasar kolam dibawahnya.  Selanjutnya dari kolam ini air meluncur ke bawah membentuk tingkatan kedua dan jatuh membentuk sungai yang ada di bawahnya. Dasar air sungai ini relatif datar, sehingga banyak orang yang mandi di bawah air terjun.  Konon apabila mandi atau membasuh muka dengan air di air terjun ini, bisa terlihat awet muda
Berjarak kurang lebih 60 km dari ibu kota Mataram.  Untuk menuju ke desa Senaru diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dengan kendaraan roda empat dari pusat kota Mataram.  Ada dua rute yang bisa ditempuh untuk menuju kesana, yaitu pertama melalui Pusuk dan kedua melalui Pantai Senggigi.  Tidak ada kendaraan umum yang menuju langsung ke lokasi ini. Oleh sebab itu para pengunjung biasanya menyewa kendaraan di rental-rental mobil atau motor yang banyak ditemukan di pusat kota (Mataram atau Cakranegara).
Selanjutnya dari pintu masuk di desa Senaru ke lokasi air terjun, pengunjung harus berjalan kaki menuruni 315 anak tangga melalui sebuah lembah yang cukup terjal dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit.  Perjalanan alternatif (biasanya rute pulang) yang paling menyenangkan adalah menyelusuri pinggir lembah yang agak curam mengikuti saluran irigasi dan menyebrangi jembatan irigasi terbuat dari beton setinggi 50 m.

PANTAI SANUR

Pantai Sanur terletak di desa Sanur yang termasuk wilayah kecamatan Denpasar Selatan, Kotamadya Daerah Tingkat II Denpasar. Dari pusat kota Denpasar hanya berjarak sekitar 3 km atau dari bandara internasional Ngurah Rai berjarak lebih kurang 18 km. Pantai ini berada di sebelah timur dan selatan dari desa Sanur yang merupakan tepi dari Samudera Indonesia yang berada sebelah selatan pulau Bali. Untuk menuju lokasi pantai ini sangat mudah dicapai karena banyaknya kendaraan umum yang sangat ramai antara Sanur - Denpasar. Pantai Sanur setiap harinya sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Pada hari Minggu dan hari-hari libur, pantai ini merupakan pilihan utama bagi warga kota Denpasar untuk berekreasi sambil berenang di pantai Sanur. Sedangkan pada hari bulan Purnama, malam harinya banyak pengunjung yang datang untuk bersantai sambil melihat keindahan pantai di malam hari. Selain keindahan pantainya, di kawasan wisata ini juga terdapat Museum Le Mayeur dan Prasasti Blanjong yang menjadi daya minat wisatawan terutama wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke pantai Sanur. Pantai ini sudah terkenal sejak dahulu kala terutama ketika terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906, di mana pada saat itu pasukan Belanda mendaratkan tentaranya di pantai Sanur. Dalam sejarah Bali Kuno, pantai Sanur juga sudah terkenal dengan adanya bukti berupa tugu batu bertulis (Prasasti Blanjong) yang merupakan prasasti dari Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala sekitar tahun 917 Masehi, di mana prasasti tersebut terdapat di Blanjong, daerah bagian selatan pantai Sanur. Di dalam dunia kepariwisataan, pantai Sanur untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang pelukis terkenal berwarganegara Belgia yang bernama A.J. Le Mayeur bersama dengan isterinya Ni Polok yang menetap di pantai Sanur sejak tahun 1937 dan sering mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri. Yang menjadi daya tarik pantai Sanur ini karena di bagian sebelah utara pantainya berbentuk melingkar seperti setengah lingkaran dan pada bagian selatan pantainya yang berbelok dari timur ke barat, di mana gelombang air lautnya tidak begitu besar sehingga bilamana air lautnya sedang surut maka akan terlihat batu-batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati atau bulan purnama maka air lautnya akan pasang dan gelombang lautnya agak membesar. Di sebelah tenggara pantai Sanur akan terlihat gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan pada bagian sebelah timur akan terlihat panorama pantai selatan pulau Bali dengan gunungnya. Pemandangan pantai Sanur ini terlihat lebih indah pada sore hari karena keadaan air laut yang biasanya surut dengan gelombangnya yang berupa riak kecil. Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut akan tampak terlihat dari pantai Sanur sebelah selatan. Panorama pantai Sanur sebelah selatan lebih indah dilihat pada saat pagi hari. Tempat untuk meninjau atau melihat-lihat yang strategis adalah di bagian timur yaitu di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar karena hembusan angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terlihat terang dan teduh karena penuh dengan pohon-pohon yang besar. Pantai Sanur sangat baik dan terkenal untuk menikmati matahari terbit (sunrise). Di pantai Sanur, pada pagi hari akan tampak kesibukan para nelayan yang terlihat mendorong perahunya (jukung) ke tengah laut. Setiap harinya pantai ini mulai ramai dikunjungi untuk berenang ataupun sekedar bersantai. Pantai Sanur kini semakin terlihat indah karena telah direklamasi yang diakibatkan abrasi yang mengerus pasir di beberapa bagian pantainya. Pada tahun 2004, pantai ini telah dirubah bentuk penampilannya dengan dipasangnya krib-krib (penahan ombak) yang di bagian ujungnya dibangun bale bengong, sehingga setiap pengunjung akan dapat menikmati keindahan laut dengan nyaman sambil duduk bersantai di bale tersebut. Jarak setiap krib dengan yang lainnya sekitar 15 meter, sehingga membentuk sebuah muara yang sangat aman digunakan untuk berenang karena dangkal dan tidak berombak. Di sepanjang pantai Sanur sudah disediakan trotoar yang digunakan untuk pengunjung yang ingin berjalan-jalan, joging, maupun bersepeda di sepanjang pantai Sanur. Di salah satu sisi trotoar dipenuhi dengan pedagang-pedagang cenderamata dan juga terdapat beberapa tempat makan minum atau café yang saling berjajar. Sebagai kawasan wisata pantai yang sudah sangat terkenal, banyak ditemui fasilitas akomodasi hotel bertaraf internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Hyatt, Hotel Sanur Beach, Hotel Sindhu Beach dan lain sebagainya yang terdapat di sepanjang timur dan tenggara dari pantai Sanur.

Selasa, 12 November 2013

pantai sanur

Pantai Sanur terletak di desa Sanur yang termasuk wilayah kecamatan Denpasar Selatan, Kotamadya Daerah Tingkat II Denpasar. Dari pusat kota Denpasar hanya berjarak sekitar 3 km atau dari bandara internasional Ngurah Rai berjarak lebih kurang 18 km. Pantai ini berada di sebelah timur dan selatan dari desa Sanur yang merupakan tepi dari Samudera Indonesia yang berada sebelah selatan pulau Bali. Untuk menuju lokasi pantai ini sangat mudah dicapai karena banyaknya kendaraan umum yang sangat ramai antara Sanur - Denpasar. Pantai Sanur setiap harinya sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Pada hari Minggu dan hari-hari libur, pantai ini merupakan pilihan utama bagi warga kota Denpasar untuk berekreasi sambil berenang di pantai Sanur. Sedangkan pada hari bulan Purnama, malam harinya banyak pengunjung yang datang untuk bersantai sambil melihat keindahan pantai di malam hari. Selain keindahan pantainya, di kawasan wisata ini juga terdapat Museum Le Mayeur dan Prasasti Blanjong yang menjadi daya minat wisatawan terutama wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke pantai Sanur. Pantai ini sudah terkenal sejak dahulu kala terutama ketika terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906, di mana pada saat itu pasukan Belanda mendaratkan tentaranya di pantai Sanur. Dalam sejarah Bali Kuno, pantai Sanur juga sudah terkenal dengan adanya bukti berupa tugu batu bertulis (Prasasti Blanjong) yang merupakan prasasti dari Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala sekitar tahun 917 Masehi, di mana prasasti tersebut terdapat di Blanjong, daerah bagian selatan pantai Sanur. Di dalam dunia kepariwisataan, pantai Sanur untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang pelukis terkenal berwarganegara Belgia yang bernama A.J. Le Mayeur bersama dengan isterinya Ni Polok yang menetap di pantai Sanur sejak tahun 1937 dan sering mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri. Yang menjadi daya tarik pantai Sanur ini karena di bagian sebelah utara pantainya berbentuk melingkar seperti setengah lingkaran dan pada bagian selatan pantainya yang berbelok dari timur ke barat, di mana gelombang air lautnya tidak begitu besar sehingga bilamana air lautnya sedang surut maka akan terlihat batu-batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati atau bulan purnama maka air lautnya akan pasang dan gelombang lautnya agak membesar. Di sebelah tenggara pantai Sanur akan terlihat gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan pada bagian sebelah timur akan terlihat panorama pantai selatan pulau Bali dengan gunungnya. Pemandangan pantai Sanur ini terlihat lebih indah pada sore hari karena keadaan air laut yang biasanya surut dengan gelombangnya yang berupa riak kecil. Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut akan tampak terlihat dari pantai Sanur sebelah selatan. Panorama pantai Sanur sebelah selatan lebih indah dilihat pada saat pagi hari. Tempat untuk meninjau atau melihat-lihat yang strategis adalah di bagian timur yaitu di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar karena hembusan angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terlihat terang dan teduh karena penuh dengan pohon-pohon yang besar. Pantai Sanur sangat baik dan terkenal untuk menikmati matahari terbit (sunrise). Di pantai Sanur, pada pagi hari akan tampak kesibukan para nelayan yang terlihat mendorong perahunya (jukung) ke tengah laut. Setiap harinya pantai ini mulai ramai dikunjungi untuk berenang ataupun sekedar bersantai. Pantai Sanur kini semakin terlihat indah karena telah direklamasi yang diakibatkan abrasi yang mengerus pasir di beberapa bagian pantainya. Pada tahun 2004, pantai ini telah dirubah bentuk penampilannya dengan dipasangnya krib-krib (penahan ombak) yang di bagian ujungnya dibangun bale bengong, sehingga setiap pengunjung akan dapat menikmati keindahan laut dengan nyaman sambil duduk bersantai di bale tersebut. Jarak setiap krib dengan yang lainnya sekitar 15 meter, sehingga membentuk sebuah muara yang sangat aman digunakan untuk berenang karena dangkal dan tidak berombak. Di sepanjang pantai Sanur sudah disediakan trotoar yang digunakan untuk pengunjung yang ingin berjalan-jalan, joging, maupun bersepeda di sepanjang pantai Sanur. Di salah satu sisi trotoar dipenuhi dengan pedagang-pedagang cenderamata dan juga terdapat beberapa tempat makan minum atau café yang saling berjajar. Sebagai kawasan wisata pantai yang sudah sangat terkenal, banyak ditemui fasilitas akomodasi hotel bertaraf internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Hyatt, Hotel Sanur Beach, Hotel Sindhu Beach dan lain sebagainya yang terdapat di sepanjang timur dan tenggara dari pantai Sanur.

sidomukti


Kawasan wisata umbul Sidomukti merupakan salah satu Wisata Alam Pegunungan di Semarang, berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kawasan wisata ini dengan didukung fasiltas & Servis: Outbond Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, serta Meeting Room.
Ada empat buah kolam yang bertingkat dan dapat dipilih sesuai kedalaman yang diinginkan. Airnya sangat dingin, jernih dan menyegarkan. Selain itu ditambah pula dengan beberapa sarana olahraga menantang keberanian di sisi kolam. Terdapat lintasan flying fox dengan dua pilihan track, marine bridge di lembah, rapeling menuruni lembah sisi kolam, dan ATV, kolam renang alami dan jalur trekking. Taman renang umbul alam Umbul Sidomukti terletak di lereng gunung ungaran dengan ketinggian 1200 dpl, diapit jurang dikedua sisinya.
Flying fox dengan panjang lintasan 110 meter, dengan jarak ketinggian dari titik terendah lembah sekitar 70 meter. Flying fox ini menyeberangi lembah, jadi seakan berpindah dari lereng bukit ke bukit di seberang dengan bergantung pada dua utas tali dan pengaman serta helm. Seperti biasa, flying fox dapat dilakukan dengan memilih gaya terlungkup seperti superman sedang terbang, atau gaya duduk biasanya. Tarif karcis flying fox lembah ini hanya 12.000 IDR, tak mahal untuk sekedar menguji keberanian.
Tiket parkir mobil 2.000 IDR. Tiket masuk untuk hari biasa 4.000 rupiah per orang dan 5.000 rupiah pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Ingin mencoba marine bridge? Siapkan 7.000 IDR untuk tiketnya. 6.000 IDR untuk rapeling, dan 15.000 – 20.000 IDR untuk 3x putaran ATV. Selain tiket reguler, pengelola juga menawarkan paket untuk kelompok berisi minimum 20 orang untuk corporate event seperti trekking.
Umbul Sidomukti dapat ditempuh dari arah Semarang menuju Solo, sampai menemukan pom bensin Lemah abang di sisi kiri jalan, belok kanan menuju ke arah Bandungan. Sampai di Pasar Jimbaran di sisi kiri, akan ada gang bertuiskan sidomukti di sisi kanan dengan jalan menanjak. Di sepanjang jalan kecil ada beberapa papan petunjuk untuk sampai ke Taman Renang Alam Umbul Sidomukti, Desa Sidomukti, Bandungan, Semarang.
Bus ukuran besar tidak bisa masuk ke area ini karena jalannya sempit, bus mini atau bis ukuran kecil untuk masuk perlu sopir dengan kemampuan sangat bagus.
Keindahan pesona alam Kawasan wisata umbul Sidomukti memang mempesona, untuk jalan jalan keluarga maupun corporate event bisa menjadi salah satu tujuan.
KAWASAN WISATA UMBUL SIDOMUKTI
Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah.

Minggu, 10 November 2013

candi prambanan

Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, [1] kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[2] Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.[3] Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.[4]
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.

Etimologi

Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

Sejarah

Pembangunan

Candi Prambanan di antara kabut pagi.
Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha. Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.
Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu. Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha (Sanskerta:Shiva-grha yang berarti: 'Rumah Siwa') atau Siwalaya (Sanskerta:Shiva-laya yang berarti: 'Ranah Siwa' atau 'Alam Siwa').[5] Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan. Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar kompleks candi. Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping).
Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan anumerta beliau.[6]
Kompleks bangunan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Daksa dan Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama. Karena kemegahan candi ini, candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan. Pada masa puncak kejayaannya, sejarawan menduga bahwa ratusan pendeta brahmana dan murid-muridnya berkumpul dan menghuni pelataran luar candi ini untuk mempelajari kitab Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu. Sementara pusat kerajaan atau keraton kerajaan Mataram diduga terletak di suatu tempat di dekat Prambanan di Dataran Kewu.

Diterlantarkan

Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, yang mendirikan Wangsa Isyana. Penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan mulai terlantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh.
Bangunan candi ini diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16. Meskipun tidak lagi menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih dikenali dan diketahui keberadaannya oleh warga Jawa yang menghuni desa sekitar. Candi-candi serta arca Durga dalam bangunan utama candi ini mengilhami dongeng rakyat Jawa yaitu legenda Rara Jonggrang. Setelah perpecahan Kesultanan Mataram pada tahun 1755, reruntuhan candi dan sungai Opak di dekatnya menjadi tanda pembatas antara wilayah Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta (Solo).

Penemuan kembali

Reruntuhan candi Prambanan segera setelah ditemukan.
Penduduk lokal warga Jawa di sekitar candi sudah mengetahui keberadaan candi ini. Akan tetapi mereka tidak tahu latar belakang sejarah sesungguhnya, siapakah raja dan kerajaan apa yang telah membangun monumen ini. Sebagai hasil imajinasi, rakyat setempat menciptakan dongeng lokal untuk menjelaskan asal-mula keberadaan candi-candi ini; diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh makhluk halus jin dan dedemit hanya dalam tempo satu malam, serta putri cantik yang dikutuk menjadi arca. Legenda mengenai candi Prambanan dikenal sebagai kisah Rara Jonggrang.
Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Ketika itu Colin Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini. Meskipun Sir Thomas kemudian memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, reruntuhan candi ini tetap terlantar hingga berpuluh-puluh tahun. Penggalian tak serius dilakukan sepanjang 1880-an yang sayangnya malah menyuburkan praktek penjarahan ukiran dan batu candi. Kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. Beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Arca-arca dan relief candi diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman, sementara warga pribumi menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan pondasi rumah.

Pemugaran

Pemugaran dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada tahun 1930-an. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu secara sembarangan tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali. Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993 [7].
Upaya renovasi terus menerus dilakukan bahkan hingga kini. Pemugaran candi Siwa yaitu candi utama kompleks ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.
Kini, candi ini termasuk dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO, status ini diberikan UNESCO pada tahun 1991. Kini, beberapa bagian candi Prambanan tengah direnovasi untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Yogyakarta 2006. Gempa ini telah merusak sejumlah bangunan dan patung.

Peristiwa kontemporer

Pagelaran Sendratari Ramayana di Prambanan.
Pementasan pertama Sendratari Ramayana di panggung terbuka Roro Jonggrang, Prambanan (1961).
Pemandangan Prambanan dikala malam yang disoroti lampu dari arah panggung terbuka Trimurti.
Dokumentasi pemeran utama Sendratari Ramayana, Rama (Tunjung Sulaksono) dan Sinta (Sumaryaning) bersama Charlie Chaplin dan GPH Suryohamijoyo di PanggungTerbuka Roro Jonggrang (1961).

Pada awal tahun 1990-an pemerintah memindahkan pasar dan kampung yang merebak secara liar di sekitar candi, menggusur kawasan perkampungan dan sawah di sekitar candi, dan memugarnya menjadi taman purbakala. Taman purbakala ini meliputi wilayah yang luas di tepi jalan raya Yogyakarta-Solo di sisi selatannya, meliputi seluruh kompleks candi Prambanan, termasuk Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu di sebelah utaranya. Pada tahun 1992 Pemerintah Indonesia Perusahaan milik negara, Persero PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Badan usaha ini bertugas mengelola taman wisata purbakala di Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, serta kawasan sekitarnya. Prambanan adalah salah satu daya tarik wisata terkenal di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri ataupun wisatwan mancanegara.
Tepat di seberang sungai Opak dibangun kompleks panggung dan gedung pertunjukan Trimurti yang secara rutin menggelar pertunjukan Sendratari Ramayana. Panggung terbuka Trimurti tepat terletak di seberang candi di tepi Barat sungai Opak dengan latar belakang Candi Prambanan yang disoroti cahaya lampu. Panggung terbuka ini hanya digunakan pada musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan, pertunjukan dipindahkan di panggung tertutup. Tari Jawa Wayang orang Ramayana ini adalah tradisi adiluhung keraton Jawa yang telah berusia ratusan tahun, biasanya dipertunjukkan di keraton dan mulai dipertunjukkan di Prambanan pada saat bulan purnama sejak tahun 1960-an. Sejak saat itu Prambanan telah menjadi daya tarik wisata budaya dan purbakala utama di Indonesia.
Setelah pemugaran besar-besaran tahun 1990-an, Prambanan juga kembali menjadi pusat ibadah agama Hindu di Jawa. Kebangkitan kembali nilai keagamaan Prambanan adalah karena terdapat cukup banyak masyarakat penganut Hindu, baik pendatang dari Bali atau warga Jawa yang kembali menganut Hindu yang bermukim di Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya. Tiap tahun warga Hindu dari provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta berkumpul di candi Prambanan untuk menggelar upacara pada hari suci Galungan, Tawur Kesanga, dan Nyepi.[8][9]
Pada 27 Mei 2006 gempa bumi dengan kekuatan 5,9 pada skala Richter (sementara United States Geological Survey melaporkan kekuatan gempa 6,2 pada skala Richter) menghantam daerah Bantul dan sekitarnya. Gempa ini menyebabkan kerusakan hebat terhadap banyak bangunan dan kematian pada penduduk sekitar. Gempa ini berpusat pada patahan tektonik Opak yang patahannya sesuai arah lembah sungai Opak dekat Prambanan. Salah satu bangunan yang rusak parah adalah kompleks Candi Prambanan, khususnya Candi Brahma. Foto awal menunjukkan bahwa meskipun kompleks bangunan tetap utuh, kerusakan cukup signifikan. Pecahan batu besar, termasuk panil-panil ukiran, dan kemuncak wajra berjatuhan dan berserakan di atas tanah. Candi-candi ini sempat ditutup dari kunjungan wisatawan hingga kerusakan dan bahaya keruntuhan dapat diperhitungkan. Balai arkeologi Yogyakarta menyatakan bahwa diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang diakibatkan gempa ini.[10][11] Beberapa minggu kemudian, pada tahun 2006 situs ini kembali dibuka untuk kunjungan wisata. Pada tahun 2008, tercatat sejumlah 856.029 wisatawan Indonesia dan 114.951 wisatawan mancanegara mengunjungi Prambanan. Pada 6 Januari 2009 pemugaran candi Nandi selesai.[12] Pada tahun 2009, ruang dalam candi utama tertutup dari kunjungan wisatawan atas alasan keamanan.